differentiation means thinking very hard about the market and your competitors and somehow making yourself different... seth godin
Hari ini baru saja kembali dari Subang. Selain survey lokasi distro saya juga mengantarkan contoh batik pekalongan yang masih anget baru saja sampai dari pekalongan ke Bandung.
Sewaktu keliling-keliling Subang, saya jadi tahu bahwa ternyata kotanya sangat kecil dan belum sebesar Bandung. Sayapun mengecek 5 distro. Sebenarnya saya tidak mau menyebutnya distro, tapi teman-teman disana menyebutnya begitu jadi ya saya ikut saja.
Ternyata saya berfikir, kalau saya harus menitipkan barang ke tempat yang ramai, barang saya hanya akan menumpuk tidak karuan, dan sama sekali tidak akan dilirik. Kalau harus dititipkan ditempat yang sepi, ya siapa yang mau beli?
Lalu bagaimana?
Saya kemudian punya ide yang saya bisikkan kepada teman saya. 'bagaimana kalau kita bikin distro khusus cewe saja? disampingnya kita buat pangkas rambut bertema musik atau kantin'. Saya lalu menjelaskan kepada dia alasannya :
pertama, distro yang paling besar adalah distro yang sebenarnya memiliki 3 toko. Namun tidak membuat diferensiasi. Dia menggunakan 3 ruko untuk satu toko sekaligus walaupun tersekat, salah satunya adalah barang2 khusus cewe. Seandainya kita bersaing dengannya untuk merebut pasar clothing dijamin kalah, kenapa? wong usahanya mulai modal dengkul alias satu komputer dan duit Rp.500.000. Sementara dia sudah terkenal sebagai distro, lah kita?.
kedua, cewe lebih mudah membeli girl stuff dengan alasan 'ih....lucu' dan sebagainya. Jadi belanjanya lebih stabil ketimbang laki-laki.
ketiga, kita harus membuat alternatif bagi pengunjung yang mengantarkan si cewe (costumers) untuk belanja, misalnya cowoknya.
Di Subang titik-titik keramaian dipisahkan oleh jalan yang lumayan jauh, kotanya tidak seramai Bandung. Sehingga untuk berpergian rata-rata orang menggunakan motor. Jadi kemungkinan cost akan besar dibiaya promosi.
Masalahnya masih ada di modal. Jika pakai tempat teman saya jelas tidak strategis, walaupun untuk produk yang unik ya potensi tetap ada. Kalau mau menggunakan sewa tempat ya biaya masih kurang. Mau dititip saja barang malah tidak prospek.
Satu lagi yang lumayan adalah order batik pekalongan untuk suatu pelantikan organisasi. Dari sana saya mendapatkan peluang baru yaitu yarnen alias bayar panen. Di lembur (desa) orang masih memiliki tradisi bayar panen, maksudnya barang sudah diambil sejak awal dan dibayar sewaktu panen. Kalau panen itu berjangka waktu kira-kira 3 bulan dan maksimal 4 bulan. Maka potensi yarnen cukup besar. karena orang berusaha menikmati hasil panennya dengan membeli baju2 baru.
Masalahnya masih sama. Untuk yang satu ini saya masih berusaha mencari modal, mohon do'anya. Oh ya, buat yang berminat investasi di Batik Pekalongan, jujur saja ini sangan menjanjikan. Anda bisa membukanya di kota-kota besar. Nah, saya sih belum terfikir ke luar kota jauh-jauh, sejauh ini rencana pengembangan baru Cianjur dan Jakarta. Dalam bisnis batik pekalongan ini saya bertugas sebagai manajer marketing, Direkturnya teman baik saya Adang Setia. Ada yang mau ngobrolin batik pekalongan? kontak saja saya satria 08997889233 :)
gambar milik toko batik pekalongannya Mbak Atik




3 comments:
Salam kenal juga ... Batik pekalongan memang bagus.
Soal alexa saya juga masih awam jadi belum berani nulis lebih detail. Setahu saya alexa itu bisa memberi gambaran nilai rangking blog kita berdasarkan trafik pengunjung. Makin banyak trafiknya berarti semakin bagus rangkingnya. Saya biasa ngecek di cekpagerank.cn.
salam kenal...makasih udah datang ke blog gue/....
Toko Batik Pekalongan menyatukan Anda dengan para seniman Batik di Pekalongan. Anda bisa mengekplorasi beragam corak atau motif Batik khas Pekalongan. Anda bisa memilih bermacam ragam karya seni Batik buatan tangan mereka. Toko Batik Pekalongan menghadirkan Batik berkualitas asli Pekalongan
Post a Comment
Post a Comment